Pyotr Ilyich Tchaikovsky: Tangan Dingin di Balik Musik Swan Lake

http://www.pinterest.com/pin/191614159119016279/

Para pecinta ballet pasti tidak asing dengan “The Swan Lake”. Ya, repertoar yang menceritakan kisah cinta Odette sang ‘Ratu Angsa’ dengan Pangeran Sigfried, yang berakhir menjadi legenda sepasang angsa di sebuah danau. Repertoar yang dikoreografikan oleh Marius Petipa bersama Lev Ivanov memang menyentuh dan emosional. Selain karena tariannya, musiknya pun sangat menghidupi suasana dari kisah itu sendiri . . . dramatis, emosional, sekaligus romantis. Dialah Pyotr Ilyich Tchaikovsky, tangan dingin di balik scoring Swan Lake, yang juga terkenal dengan dua mahakarya lainnya, “The Sleeping Beauty” dan “The Nutcracker”.

Pyotr Ilyich Tchaikovsky
Pyotr Ilyich Tchaikovsky

Lahir pada 7 Mei 1840 di Votkinsk (sekarang Udmurtia), Rusia, Tchaikovsky kecil memulai pelajaran piano sejak umur 5 tahun. Meski sangat berbakat dan mendapat dukungan dari orangtuanya dalam bermusik, pada usia 12 tahun Tchaikovsky dimasukkan ke Sekolah Imperial Yurisprudensi di St. Petserburg dan sempat bekerja sebagai juru tulis di Kementrian Kehakiman selama empat tahun.

Karir musik Tchaikovsky bermula saat usia 21 ia mengambil pelajaran musik di Russian Musical Society dan beberapa bulan kemudian pindah ke St. Petersburg Conservatory yang baru saja didirikan. Di sana ia mempelajari “Harmony & Counterpoint” dari Nikolay Zaremba dan “Composition & Intrumentation” dari Anton Rubinstein. Selama belajar di sana ia juga memberikan les privat piano kepada beberapa murid hingga akhirnya pindah ke Moscow pada 1863 dan menjadi professor bidang “Harmoni” di the Moscow Music Conservatory.

Karya pertama Tchaikovsky dipublikasikan tahun 1865, bersama Johan Strauss pada konser Pavlovk. Setahun kemudian simfoni pertamanya diterima dengan baik ketika pertama kali ditampilkan d Moscow, dan tahun berikutnya “The Voyevoda”, sebagai opera pertamanya, dipentaskan ke atas panggung dengan sedikit kemeriahan. Tchaikovsky semakin produktif berkarya dan menyelesaikan piece ballet pertamanya, Swan Lake pada 1876, disusul kemudian The Sleeping Beauty (1889) dan The Nutcracker (1891).

28 Oktober Tchaikovsky menampilkan premiere “Simfoni No. 6″-nya, The Phatétique” di St. Petersburg. Kemudian 6 Oktober 1893 ia menghembuskan nafas terakhirnya, setelah empat hari sebelumnya berjuang melawan kolera yang saat itu memang mewabah di St. Petersburg.

Sepanjang hayatnya, Tchaikovsky telah melahirkan tak kurang dari 169 karya yang mencakup: 7 simfoni, 11 opera, 3 ballet, 5 suite, 3 konserto piano, konserto biola, 11 overture, 4 kantata, 20 choral works, 3 string quartet, string sextet, dan masih banyak lainnya.

Halaman rumah Tchaikovsky di Klin
Halaman rumah Tchaikovsky di Klin

Kini namanya dikenang sebagai salah satu komposer Russia terbesar sepanjang masa. Peninggalan milik Tchaikovsky seperti piano, buku-buku, manuskrip, hingga benda koleksi, tersimpan rapi di kediamannya di Klin, 85 km barat laut dari Moskow di mana ia tinggal sejak Mei 1892 hingga akhir hayatnya. Kini rumah tersebut dijadikan Museum­ Tchaikovsky. (AM)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.