Kisah Anna Pavlova, Legenda Ballerina

Anna_PavlovaAda begitu banyak kisah kehidupan yang ditarikan oleh para penari balet. Kisah Swan Lake, Nutcracker, Sleeping Beauty… Mungkin familiar di mata dan telinga kita ketika menyaksikan kisah-kisah indah tersebut. Tetapi tahukah Anda, perjuangan para penari untuk membawakan kisah tersebut juga membutuhkan perjuangan dan dedikasi tersendiri untuk terus menjalankan hidup sebagai penari.

Salah satu kisah penari yang menarik adalah kisah kehidupan Anna Pavlova. Seorang gadis Rusia yang lahir 12 Februari 1881. Pavlova paling dikenal sebagai pencipta kisah karakter The Dying Swan, dan dengan perusahaannya sendiri, menjadi balerina pertama yang tur keliling dunia.

Kesukaan Pavlova akan seni tari balet tumbuh ketika ibunya membawanya ke pertunjukan pertunjukan original The Sleeping Beauty dari Marius Petipa di Theater Imperial Maryinksy. Pertunjukan tersebut benar-benar membawa kesan tersendiri bagi Anna. Pada usia 9 tahun, ibunya membawanya ke audisi Imperial Ballet School yang telah diperbaharui. Karena masih terlalu muda, dan juga pembawaannya yang masih terlihat seperti “penyakitan,” ia tidak terpilih. Tetapi akhirnya pada tahun 1891, ia akhirnya diterima pada usia 10 tahun. Ia tampil pertama kali di panggung untuk pertunjukkan Un conte de fees (A Fairy Tale) karya Marius Petipa, yang ballet master siapkan untuk para murid di sekolah tersebut.

Masa-masa latihan Pavlova muda awalnya begitu sulit. Balet klasik tidak begitu saja mendarah-daging dalam dirinya. Kakinya sering kesakitan, tumit yang kurus, dan tungkai yang panjang berlawanan dengan tubuh kecil dan penuh yang disukai untuk balerina pada masa itu. Teman-teman sekolah baletnya menjulukinya “Si sapu” dan La petite sauvage (si kecil liar). Tak terpengaruh, Pavlova terus berlatih untuk meningkatkan tekniknya. Ia akan terus berlatih dan berlatih setelah mempelajari sebuah step. Ia belajar ekstra dari guru-guru berpengaruh pada masa tersebut – Christian Johansson, Pavel Gerdt, Nikolai Legat, dan dari Enrico Cecchetti, yang dikenal sebagai virtuoso balet terkemuka dan pendiri Cecchetti method, sebuah teknik balet yang sangat berpengaruh hingga masa sekarang. Pada tahun 1898, ia memasuki classe de perfection oleh Ekaterina Vazem, mantan Prima ballerina dari Saint Petersburg Imperial Theatres.

 

AP_CygneMenciptakan inovasi pointe shoes

Salah satu inovasi yang dilakukan Anna Pavlova adalah ketika ia menambahkan hard wood pada sol sepatu untuk mendukung posisi pointe dan melengkungkan kotaknya sepatu. Itu sebenarnya dikarenakan kakinya yang kaku. Pada masa itu, banyak yang menganggap bahwa ini “curang,” karena sebelumnya diajarkan pada masa tersebut, bahwa sang balerina lah, bukan sepatunya, yang seharusnya menyangga berat tubuhnya ketika on pointe. Bagi Pavlova ini sebenarnya sangatlah sulit, karena bentuk kakinya mengharuskan ia menyeimbangkan beratnya di jempol kakinya yang kecil.

Solusi dan inovasi dari dialah, yang akhirnya melewati masa menjadi pembentuk dari pointe shoe modern. Sehingga untuk melakukan pointe menjadi tidak begitu menyakitkan dan lebih mudah bagi kaki yang lengkung.

 

Warisan-warisannya

Pavlova telah menginspirasi koreografer Frederick Ashton sewaktu ia masih muda pada usia 13 tahun ketika melihat Pavlova menari di Municipal Theater di Lima, Peru.

Tarian Jarabe Tapatio, yang artinya “Mexican Hat Dance,” meraih popularitas diluar Meksiko ketika Pavlova menciptakan sebuah versi panggung dengan pointe shoes. Tak lama setelah itu, Jarabe Tapatio diproklamasikan sebagai tarian nasional Meksiko.

Ia pernah berkata bahwa negara yang akan memproduksi balerina terbaik dalam sejarah adalah Amerika Serikat, dikarenakan ada begitu banyaknya ragam budaya yang datang kesitu.

Anna Pavlova mampu menyelesaikan 37 turn diatas sebuah gajah yang berjalan ketika dalam sebuah tur di China.

Pada tahun 1980, Igor Carl Faberge melisensikan sebuah koleksi Full Lead Crystal Wine Glasses untuk memperingati kelahiran Anna. Gelas-gelas tersebut dibuat di Jepang dibawah supervisi The Franklin Mint. Sebuah gambar Anna Pavlova terukir di setiap gelas.

Kehidupan Anna Pavlova difilmkan dalam sebuah film berjudul Anna Pavlova pada tahun 1983.

Anna Pavlova tampil sebagai sebuah karakter dalam sebuah episode ke-empat dari sebuah serial British berjudul Mr. Selfridge, yang dimainkan oleh seorang balerina Natalia Kremen. (TM)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.